Senin, 04 Agustus 2014

SAKURA EXCHANGE - DAY 0 (Departure)

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Berhubung saya sedang waktu luang di negeri seberang (enggak sih. Sebenarnya buru-buru mau berangkat), ada internet yang cepat, dan permintaan dari teman-teman yang tercinta, saya menulis pengalaman di negeri Sakura ini cepat-cepat dan menunda tumpukan cerita di blog ini selama setahun (IYA, setahun).

Logonya SAKURA EXCHANGE
Sejarahnya, di tengah-tengah hingar bingar les Bahasa Perancis yang menyita waktu 20 jam sepekan, tugas kuliah yang Subhanallah nggarai gulung-gulung nggak karuan, pengerjaan Tugas Akhir yang akhirnya berakhir, saya mengikuti seleksi SAKURA EXCHANGE ke Jepang. Alhasil, setelah seleksi berkas, tes tulis (yang saya isi dengan tidak masuk akal dan mimpi-mimpi yang tinggi nian berbunga-bunga), dan tes wawancara (yang agaknya saya terbata-bata), saya termasuk sebagai salah seorang dari sepuluh mahasiswa yang menerima kesempatan nekat ini. Bagi saya jelas nekat, tanggal pelaksanaan SAKURA EXCHANGE mengambil waktu sebulan sebelum rencana keberangkatan menimba ilmu di Perancis (ketika harus mengurus visa dan lain-lain), sedikit masa sebelum ekivalensi+perwalian, dan mengambil waktu hanya 4 hari pasca lebaran. Singkatnya, saya tetap nekat memutuskan berangkat dengan mempertimbangkan semua itu.

 Persiapan? Tentu perlu. Berjumpa dengan saudara-saudari teman yang bakalan "hilang bareng" di sana. Dimulai dari Tri Hadiah Muliawati a.k.a. Mbak Lely (kalau dipanggil di jurusan dengan nama Lely bakal susah nih), Dewie, Zendy, Elok, Mia, Leo, Anton, Rizqi, Vidi, dan utamanya, Ibu yang baik sekali, sekaligus Direktur International Office saat itu, Bu Maria. Well, sebenarnya agak-agak kaku ketika mau masuk ke lingkungan orang-orang yang notabene baru saya temui di International Office ITS, tapi saya berusaha mencitrakan diri sebagai orang pendiam (tapi ya memang pendiam, nggak percaya?). Dan alhamdulillah, masih utuh sampai sekarang.

Hari H keberangkatan, saya sukses membuat huru-hara di rumah. Mulai bagasi keberatan, sepatu baru dibelikan yang nggak dikenakan, oleh-oleh yang belinya mengantri sampai seperti mandi, dan dasi ketinggalan. Maka dari itu, saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua orang yang mendukung suksesnya keberangkatan ini, terutama keluarga saya di rumah, Papa, Mama, Mbak Wita, Mas Lukman, Sasa, Bu Tri, Om Yek, Yayik, Om Andri, Nana, Kiki, Om Yan, Tante Andriani, dan pihak-pihak yang tidak dapat disebutkan. Untuk urusan akademis, saya harus berterima kasih kepada Sigit, Ardian, Aziz, dan Gregorius, serta Bapak Ibu Dosen yang men-support saya dalam kesempatan ini: Bu Nanik, Bu Isye, Bu Anny, Pak Waskitho, Bu Chastine, dan Pak Hari.

Sampai di terminal 2, saya berputar-putar seperti orang hilang. Katanya sih berkumpul di counter Garuda Indonesia, tapi nggak ada ya. Eh lhadalah munculnya di dalam. Berlanjut check in, dkk dll dsb. Dan kejutan... tongsis milik Elok pun dirilis. Sepertinya sudah jelas sekuelnya, tidak usah berlanjut lebih lama. Singkat cerita, naik pesawat udah merasa WOW abis. penerbangan internasional standar luar negeri seperti ini. Bangku ada tipinya... Hehe. Maklum ndeso. Tak pelak penerbangan pagi itu ke Singapura diisi dengan makanan mewah dan menonton film yang baru beberapa waktu lalu disiarkan di bioskop atau film favorit. Setelah transit Singapura sekitar 1 jam, berpindah ke Taipei dengan pesawat yang sama (dikira renang?). Masih dengan tempat duduk yang sama. Dan nemu lagunya GReeeeN (yeay) adalah semacam penambah kenyamanan di pesawat. Perjalanan berjalan mulus hingga ke Taipei. Di Taipei, Bandaranya keren!.... (dan sepi, tapi bangunannya keren, Juanda mungkin tidak kelihatan sebagus itu). Tempat solat asar (+jamak takhir dhuhur)? Tidak disediakan. Alhasil, tantangan pertama adalah mengamankan tempat sepi di dekat toilet yang digunakan untuk solat. Dan Alhamdulillah everything works fine.

Penerbangan dari Taipei ke Fukuoka... Ganti pesawat yang versinya lebih lama daripada yang sebelumnya. Namun, nasib buruk menimpa saya. Headset bagian telinga kirinya bunyinya gemresek, memusingkan. Dan yah, saya terpaksa bergumul dengan bantalan kursi selama sekian jam (disela makan malam juga soalnya). Berita buruknya lagi, pesawatnya delay, jadi sampai Fukuoka tidak tepat waktu. Dan Prof. Usagawa (responsable kita di sini), menunggu dari jam 17 hingga jam 21-an. Sungkan banget rasanya. Ada pun kegilaan tidak berhenti sampai di sini. Selfie ditingkatkan ke level selanjutnya dengan mengajak Prof. Usagawa. Yah, maklum dong ya. :P

Next, ditemani beberapa rekan dari Indonesia yang sedang berkuliah di Fukuoka, menunggu bus express TERAKHIR yang beroperasi di jalur Fukuoka-Kumamoto. Kalau ada yang ketinggalan ya siap-siap hubungi orang untuk menginap di sana, kata Pak Prof. Usagawa (ngemper di bandara nggak boleh ya Prof?). Perjalanan dengan bus dimulai pukul 22.30 dan mendarat dengan muka-kangen-kasur pukul 24 sekian. Sampai di penginapan... mengisi berbagai formulir dan lain sebagainya. Akhirnya dapat kunci sekitar pukul 25.15 untuk kamar tunggal. (heran sih? mengapa 25? Saya juga heran. Ada toko buka pukul 9-26... artinya jam 9 pagi sampai 2 pagi).

Bertemu kamar, artinya kasur? (BENAR!) Saya sudah buru-buru menancapkan kunci ke lubang kunci. Dan... *putar ke kiri* (nggak bunyi klik) *putar ke kanan* (nggak bunyi klik). Sejenak hembusan nafas, (entah saya apakan saja pintu itu) dan berhasil dibuka dengan.... memutar kunci sekaligus mendorong daun pintu. Namun demikian, ke-kagok-an dengan teknologi tidak berhenti sampai di situ. Masuk kamar... kok gelap? *pencet-pencet saklar *pencet2 tombol yang kelihatannya sumber listrik. Kemudian, saya dan Mbak Lely... berbingung ria, disambut Elok dengan... *itu gini lho* menusukkan gantungan kunci hotel ke lubang yang sepertinya sumber listrik. Tidak mau berpikir mengenai benda-benda itu lebih lanjut (karena bertemu WC duduk yang tidak biasa), saya pun langsung bilas, wudhu, dan shalat jamak takhir magrib-isya (darurat) dilanjutkan tidur.

Alhamdulillah, perjalanan tersebut memberi pelajaran yang menakjubkan. Bertemu kawan-kawan baru, menikmati indahnya negeri matahari terbit, terkagum dengan sistem transportasi, dan kedisiplinan. Semoga nantinya bisa bermanfaat bagi kita semua.

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Kamis, 17 Juli 2014

Young Leaders for Indonesia Forum 2: BLP


Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Apa kabar?
Kaget saya langsung setor tulisan lagi? Iya, ini kejar setoran setelah semua ke-hectic-an ini.

Sekarang saya mau membahas kelanjutan dari forum 1 dari Young Leaders for Indonesia Wave5 yang dari tautan ini http://digitalleaflet.blogspot.com/2013/06/young-leaders-for-indonesia-mckinsey.html. Forum 2 ini diadakan tanggal 6-7 Juli 2013. Forum 2 dari Young Leaders for Indonesia adalah membahas progress Personal Leadership Project, membahas manajemen tim, dan Breakthrough Leadership Project. Apakah Breakthrough Leadership Project ini? Sebenarnya adalah semacam penugasan dalam grup bersama seorang/satu grup mitra yang nantinya berperan sebagai coach dan ditemani satu coach dari McKinsey.

Sebenarnya Forum 2 berjalan sebagaimana mestinya dan sebagaimana serunya. Maksudnya? Hmmm... Didatangkan Pak Anies Baswedan dan Pak Handry Satriago? Mohon maaf, Pak saya satu-dua kali terkantuk-kantuk. Ini kebiasaan buruk saya. Sekali lagi mohon maaf. Sungguh luar biasa bertatap muka dan sesekali mendengar tanya dari kawan lain dan jawab dari sang tamu. Namun, mungkin itu perantara saja agar saya Allah memberikan gambaran nyata di depan mata. Bahwa ada aksi-aksi brilian di depan kita yang bisa dilakukan tanpa menunggu apa pun. Niat baik pun akan hanya menjadi niat baik tanpa aksi. Aksi tidak akan menjadi baik tanpa niat baik.
Salah satu kutipan yang [KURANG LEBIH] pernah saya tangkap melalui telinga saya adalah "Jika kamu tidak mengubah hidupmu sendiri, siapa yang akan mengubah hidupmu? Bayangkan jika mobilmu mogok, jika tidak kamu dorong, mobilnya tidak akan maju. Kemudian, saya pun keluar kamar... Dan mengerjakan apa yang saya bisa." oleh Pak Handry Santriago. Mungkin ini penyajian ulang dari “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” QS 13:11 yang sampai ke saya lewat forum ini. Alhamdulillah :)
Ini Pak Handry, CEO General Electric
Pak Anies, udah tau kali ya? Ini sebelum hingar bingar pilpres
Oke, satu hal lagi yang bikin beda forum kedua ini dari yang lain adalah... (eng-ing-eng) TEMEN SEKAMAR SAYA YANG GOKIL PLUS MELANKOLIS ABIS BRO! Yuk mari kita kenal dengannya... Namanya NAJMUL FAJRI USMAN (kok diperbesar gitu? biar orangnya memandang, terpampang nyata lagi atau perlu diberi tautan ke laman Facebook atau Twitternya? bayangin orangnya senyam senyum sendiri, ih ogah). Terkata seorang manusia dari sisi Barat Indonesia ini, segugus dengan Sumatera, yang tidak tahu mengapa ditakdirkan buat mampir ke hidup saya dengan cerita hidupnya yang luar biasa membuat saya mbrebes mili. Tatkala kami bercengkrama saat itu, kami pun sadar hidup ini adalah untuk disyukuri, dan nikmat Allah pun tidak berkurang sedikit pun untuk dimaknai. Nah ceritanya orang ini mau lanjut kuliah nih dari negeri jiran, doakan lancar.

About the BLP? Sudah saya tuliskan dari zaman dahulu kala di sini dan sini. Monggo dilihat, dan sekali lagi saya berterima kasih sama orang-orang keren, Mas F, Mas Akbar, Mbak Dwi, Mbak Astrid, Asmi, dan, Munawir. Dan juga Kak Dhacil, Kak Chiro, Kak Ayu, Kak Wiwiek, dan Kak Furi.

Well... that's all.
Kadang-kadang kita merasa hidup kita tidak terlalu "sama" dibandingkan dengan orang lain. Tapi, itulah yang membuat warna-warni hidup kita. Seringkali ke-"sama"-an ini membuat kita menggeser makna keadilan, sebagaimana ungkapan "Rumput Tetangga Lebih Hijau". Yang kita punya dan tidak kita punya menjadi pendukung pembelaan kita mengenai "hidupku tidak adil". Saatnya berhenti dan MOVE ON!

Sekian, maaf jika ada salah kata.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Di manakah saya? :D

Rabu, 16 Juli 2014

Menjajak Wilayah Baru: Koordinator Wilayah 5 Kampus Kota JMMI ITS

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Bertemu lagi dengan tulisan saya. Weits, jangan bosan, ini kejar setoran. Sekiranya bisa memberi manfaat.

Dan berakhirlah Majelis Akbar Jamaah Masjid Manarul Ilmi (JMMI) ITS Kabinet Syiar Bersahabat Mei itu. Fyuh... (Ah enggak kok, saya nggak ikut penutupannya, saya cuma ikut jilid 1... jadi NOTULEN,jabatan yang melekat semenjak... Musyawarah Besar SITC di tahun pertama)

Kabinet Ekspansi Dakwah, itulah titel yang diusung kepengurusan JMMI 1433 H sampai sekarang. Ekspansi ke dalam, ke seluruh penjuru internal koordinasi JMMI ITS, dalam hal ini Lembaga Dakwah Jurusan (LDJ) dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF). Ekspansi ke luar, dengan amanah sebagai Puskom Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Surabaya Raya, berusaha menggaet berbagai LDK yang membutuhkan pendampingan, menyebarkan dan menguatkan isu keislaman yang sedang beredar, serta bertindak aktif dalam pergerakan dakwah kampus. Lha kok ngeri banget namanya ekspansi? Menjajah dong? Tidak! Maksudnya adalah untuk mengembangkan. Agar jangkauan kebaikan dakwah tersebut tidak hanya berhenti di diri kita, dan kita pun menyebarkannya dengan kebaikan, maka dari itu bisa berkembang, dengan dinamisasi kebaikan. (Satu paragraf ini adalah hasil kreasi otak dan imaji sendiri, dengan berbagai keterbatasan ilmu yang ada)

*Sementara itu, jika beberapa kata yang saya gunakan membuat Anda tidak mengerti, mohon maklum. Tulisan ini Insya Allah untuk kebaikan. Jika tidak mengerti, silahkan ketikkan pertanyaan di kolom komentar*

Beberapa hari kemudian...
*reka ulang kejadian*
[Drrt..Drrt] (Bunyi getar ponsel, ponsel sangat jarang saya hidupkan suaranya)
"Bisa ketemu sebentar di serambi timur manarul? Ada yang ingin dibicarakan" ~(Z)
*reka ulang selesai, dengan pengondisian terbatas pada ingatan, dan nama disamarkan*
Hm? Ada apakah dengan Pak Direktur ini? Pikir saya. Saya pun sudah tahu beberapa jajaran kabinet Ekspansi Dakwah dengan suasana warna ungu itu (kenapa ungu? jangan tanya saya. Sekali lagi. Jangan tanya saya). Dan beliau termasuk salah satu dari jajaran direktur di sana.

--Sesampai di Manarul
"Akh, kira-kira kalau sampeyan jadi Koordinator Wilayah Kampus Kota bagaimana?" Tanya Z. "Hah? Nggak salah Pak?" Tanyaku dengan terkejut.
--Singkat cerita, saya memutuskan untuk mengemban amanah itu. Entah apa pun yang terjadi. Nekat. Iya. Lillahi ta'aala. Semoga bisa selalu mendekatkan saya kepada Islam dan Allah Subhanahu Wata'aala.
Dan alhamdulillah bertemu orang-orang (dan tantangan-tantangan) baru di amanah ini. Kalau bisa dibilang, tantangannya harus saling mensinkronisasi hubungan antara LDJ dan JMMI beserta berbagai LDJ yang ada di dalam wilayah Kampus Kota (T. Industri/MSI Ulul Ilmi, T. Informatika/KMI, S. Informasi/KISI, D3 Teknik Kimia/FUKI Al-Ikrom, D3 Teknik Mesin/Jundullah, D3 Teknik Elektro/Salman Al-Farisi). Namun, hal ini membuat saya memiliki keluarga baru (di tengah himpitan keluarga-keluarga baru lainnya).
Hal paling pelik adalah ketika mengurus G-MAIL 2014 Wilayah yang berujung pada paniknya saya dan staf-staf 2012 dari Wilayah Kampus Kota. Ketika sumber daya manusia berfungsi sangat efisien. Jujur saya mohon maaf kepada semua orang dan pihak yang merasa tersakiti atas kelalaian saya. Walaupun begitu, Insya Allah kegiatan kita bermanfaat. Aamiin.

Copyright (c) KED Family on FSLDJ Cup - (Anda sekalian saya paksa untuk mengatakan ini lucu dan menggemaskan)
Tak terasa di penghujung semester ini, saya harus mengucapkan good bye tapi dengan senyum (Alhamdulillah tanggung jawab ini tersalurkan kepada yang baru). Sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang terzalimi selama saya keliling di JMMI. Terima kasih atas pengalaman yang sudah diberikan. Terima kasih telah memberi kesempatan (lagi) untuk bersentuhan di dakwah kampus.

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

FSLDJ ITS. Ber-AKSI!



Jumat, 10 Januari 2014

Semangat Keilmiahan: Prestasi, Manfaat, Tanpa Batas, @BreakthroughITS

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah sampai detik ini masih bisa mengetikkan beberapa patah kata di blog ini. :)
Sementara final project, tugas akhir, dan tesis memanggil-manggil dengan riang gembira

 Jikalau suara ini tak sampai memberi cerita, maka biarlah kata-kata ini menyuarakannya. Kata-kata? Sedikit banyak tulisan ini akan berkaitan dengan "kata-kata", "ketikan", dan "suara". Terang saja, 30 Maret itu kami berlima belas dikumpulkan di satu ruangan, belajar bersama untuk menjadi Trainer. Tidak hanya sekedar Trainer, namun Trainer keilmiahan. Trainer Keilmiahan ini, bisa disebut para pembimbing, pengonsep, dan inspirator dalam penuangan ide kreatif menjadi karya ilmiah.
Pengertian Trainer Keilmiahan tersebut rasanya lebih cocok disematkan kepada 16 orang anggota Breakthrough lainnya, yang bukan saya

Tanggal 30 Maret 2013, tersebut berbagai nama yang sudah terseleksi dari tim 17 (Trainer Keilmiahan sebelumnya) sebagai peserta Training for Trainer 2013, yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Badan Eksekutif Mahasiswa (Ristek BEM) ITS 2012/2013 ~ Mahakarya. Nama-nama tersebut adalah:
  • Adhika Ilham Dhata Pratomo
  • Amalia Hasyyati 
  • Anggita Rara Kumala Wardani 
  • Bintang Wahyu Syah 
  • Fiona Rossi Ramadhani 
  • Hani Ramadhan
  • Hani Rosdahlia
  • Hanny Adiati 
  • Ika Permata Hati 
  • Ilham Azmy 
  • Iva Yenis Septiariva 
  • Juan Firmansyah 
  • Muhammad Fauzan Aristyo 
  • Muhyiddin Azmi 
  • Nuraini
  • Rendy Aries Fajrin 
  • Rizki Ramadhani Ferina
(Pas kan 17?)

 Banyak sekali yang kami dapatkan di Training for Trainer. Tapi, yang paling penting dibahas di sini adalah bagaimana peran kami sebagai Trainer Keilmiahan berjalan. Mulai dari membuat konsep besar kaderisasi keilmiahan di ITS, gerutu sana gerutu sini sampai keputusan pahit terjadi, marah-marah karena bikin materi yang bebannya numpuk di hari itu sampai meledak (emmm... nggak juga sih, ini sedikit dramatisasi) , sulut konflik di whatsapp, sampai.... lari-lari cari pemateri pengganti karena keadaan.

yah... Semoga semua pengalaman ini diberikan makna sebagai pengantar kebermanfaatan menuju jalan yang lurus. Seandainya kami tidak bertemu di jalan ini, mungkin masing-masing dari kami tidak menjadi orang-orang yang seperti sekarang (keren loh, ada Menteri BEM, ada wakil menterinya, ada anak FIM, ada ..... banyak). Maka dari itu, saya bersyukur, tali takdir kami dipertemukan dalam jalan (yang semoga) mulia ini.

Maju terus keilmiahan ITS! Semangat berprestasi dan kebermanfaatan akan selalu kami salurkan dengan berbagai aksi yang AWESOME!

Sorry, Va, Ham, Mal nggak ada kalian :)

Jangan lupa follow di Twitter @BreakhtroughITS :) .
Ohya, penentuan nama Breakthrough adalah karena kami merasa perlu untuk mendobrak mindset keilmiahan yang selama ini identik dengan menulis karya tulis ilmiah yang membosankan dan lain sebagainya. Padahal, sebenarnya asyik dan merupakan media yang efektif untuk menjalin dan menambah wawasan mengenai keilmuan, baik yang diminati maupun tidak. Dan juga tidak selalu berkaitan dengan karya tulis.

Sekiranya, itu saja dulu, semoga bermanfaat. Maaf pula jika ada salah kata.
Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.

Selasa, 07 Januari 2014

Lengser dari KMI-ITS 2012-2013

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh :)

Dear All (entah mengapa sedang suka menggunakan kata-kata "Dear All")
Yah.. Saya tahu mungkin blog bukan sekedar buku harian yang bisa kita tulis apa pun di dalamnya. Tapi, di sini saya mencoba berbagi cerita ke dalam media ini.

Pernah membaca tulisan di tautan ini Bismillah KMI 2012-2013? Dan.. berakhirlah masa itu pada waktunya (yang semoga tepat). Terhitung 8 Juni 2013, saya sudah tak menjabat lagi dalam amanah tersebut dan digantikan oleh yang lebih baik... Akhi Angga Eka Prasetya, seorang dari kota tersemboyan, Jombang.

/*Maaf, untuk sementara tidak ada gambar karena entah  mungkin karena galat internet atau galat lainnya*/

Semoga dalam satu kepengurusan kemarin bisa membuahkan hasil yang terbaik, bagi semua generasi pembaharu Islam yang lebih baik. Meskipun mungkin saya punya banyak kesalahan dalam membawa organisasi ini dengan nama baru ini, saya berharap dan selalu yakin manfaat yang bisa ditebar oleh KMI ini berguna bagi sekitar.

Imam Ghazali menegaskan, "Dunia adalah ladang akhirat. Agama tidak akan sempurna kecuali dengan dunia. Kekuasaan dan agama adalah kembaran. Agama adalah tiang sedangkan penguasa adalah penjaganya. Bangunan tanpa tiang akan roboh dan apa yang tidak dijaga akan hilang."

Selamat dan sukses bagi siapapun yang pernah bersentuhan dengan KMI ITS.

Best regards to kawan-kawan seperjuangan:

Sekretaris Umum (yang selalu saya cereweti, afwan): Muhammad Riduwan
Kadep Kaderisasi (always awesome): Agus Nugroho
Kadep Syiar (entahlah ya... saya sering no comment): Muamar Agus Salim
Kadep Media (Jangan galau Min :3 ): Muhammad Aminudin Rahman
Kadep Humas (Best support): Fadlika Dita Nurjanto

Kadep Keputrian/Ketua Kemuslimahan: Awalia Harfiani
Bendahara: Fadhilah Kurnia Putri
Sekdep Kaderisasi: Nabilah
Sekdep Syiar: Luluk Eko Mawati
Sekdep Media: Hardika Khusnuliawati
Sekdep Humas: Ervina Handayani
Sekdep Keputrian: Mir'atul Mahmudah

And semua staf tercinta saya yang melanjutkan amanah dengan tagline GENERASI TAUHID:
Angga Eka Prasetya, Ishom Muhammad Drehem, Hashfi Alfian Ciyuda, Ahmad Hayyam Brilian, Ahmad Fauzi Al Wahid, Alrezza Pradanta Bagus Budiarsa, Muhammad Ibnu Fahmi, Sindunuraga Rikarno Putra, Askary Muhammad Rumhadi
Dan yang akhwat:
Firda Ainur Ramadhani, Anjar Mustika, Maria Carolina Novitasari, Nurul Wakhidatul Ummah.

Dan adik-adik yang meneruskan ladang dakwahnya di jalan lain...
Ardhiansyah Baskara (KaBEM FTIf), Helmy Satria Martha Putra (Kadep Medfo HMTC), Yoga Pratama Ali Arham (Kadep Pengpro HMTC)
Dini Putri Mandasari (Sekum HMTC), Aida Muflichah (Sekdep PSDM HMTC), Sarianti Pundi Abdyantary (Sekdep Pengpro HMTC), Nabilla Sabbaha Audria (GSA, Kadep Medfo BEM FTIf), Widyasari Ayu Wibowo (Bakor Pemandu FTIf)
Ada yang terlewat kah?
Semoga semua tetap istiqomah dan menjaga ibadah.

Sekian. Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Senin, 16 Desember 2013

Tahun Keempat

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Menanggapi waktu yang semakin sedikit ini.... Saya ingin sedikit bercerita mengenai kehidupan saya di tahun ke-4. Sudah hampir separuh waktu sih. Tapi, ya semoga bermanfaat.

Kehidupan tahun keempat bermula dari lengsernya saya dari Keluarga Muslim Informatika - ITS 2012-2013 dan otomatis memperbarui amanah saya sebagai Dewan Pertimbangan Pengurus KMI ITS 2013-so on. Kemudian, dilanjutkan dengan masa Kerja Praktek di Pertamina dengan judul... (terlalu mengerikan jika saya buka di sini). Dan yang bikin deg-degan adalah jalan-jalannya bersama si Fahmi (jangan baca, dijamin silau), si Muamar, si Riduwan, dan si Fadlika . Saya teh ke Bandung mbolang sama Fahmi. Dan untungnya sampai Jakarta lagi sehat wal a fiat.

Kalau mau dibikin kaleidoskop sebelum kuliah semester 7 dimulai... ini daftarnya :)

Kilas balik lagi, ketika sudah kuliah. Semua nampak semakin sibuk. Dan saya juga tidak menyangka akan menjadi seperti ini. Iya sih, kuliah semakin menipis. Tapi, di luar kuliah semakin tebal saja. (Baca: menghadapi TA). Tapi, semakin jauh melangkah, perjalanan saya rasanya semakin menakjubkan karena ditemani orang-orang hebat. 
  • Tim baru yang (sangat) riweuh  HMTC
  • Tim JBC IM TELKOM Paper Competition: Hani, Amal, feat Ulin (perjalanannya sangat sesuatu)
  • Tim GEMASTIK! Alhamdulillah, Awal, Geri (intelegensinya di mana? -kemudian, muka ditekuk-)
  • Kawan-kawan di S2 Teknik Informatika ITS
  • SabangMerauke BLP Team (yeaaa)
  • Fast Track goes to France (ah, semoga :) )
  • Mentoring kece Mas Agil (ini orang-orangnya sih hebat-hebat, saya jadi minder)
  • PH KMI ITS 2013-2014, namely generasi tauhid
  • Tim PKM TechSocio DSS- RUMA (Ira: sekdep merangkap ***** RISTEK HMTC, Adhika:; Menteri Ristek BEM ITS, Faiz: artis)
  • Tim Kelas Inspirasi Sidoarjo DAYUNG! 
Sepertinya sudah cukup mendeskripsikan apa yang sudah saya dapatkan selama separuh tahun keempat. Kiranya semoga bermanfaat. 
(soon will be updated with graphics)

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh :)
Stay encouraged, stay motivated

Jumat, 13 Desember 2013

SabangMerauke edisi 2: perjalanan si sandal

Assalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah lamaaaaaaaaaaaaaaaa sekali rasanya saya tidak mengirimkan tulisan di sini. Semoga sisa-sisa ingatan saya tidak menjurus ke hal yang salah. Tulisan ini bertujuan untuk menginformasikan mengenai pengalaman saya bersama SabangMerauke. Pos sebelumnya ada di sini.

Melanjutkan tulisan sebelumnya mengenai SabangMerauke, begitu banyak hal yang terjadi. Merasakan menginap di rumah teman yang bahkan baru bertemu 2x (huahaha, terima kasih Mufid, segeralah belajar mengurus rumah); menunggu Kereta Rel Listrik (KRL) ditemani gerimis romantis (apaan yak?); curhat ceria bersama pak supir taksi mengenai anaknya yang kecanduan komputer (wacana penting ini!).

LANJUT! Sampailah mobil taksi biru itu ke jalan Jenggala untuk menurunkan saya menghadapi pesta perpisahan SabangMerauke dengan..... kepagian. Maksud saya, lebih  awal daripada acara  seharusnya (jam 4.30 sih harusnya, tapi datangnya jam 4.00 ya kali takut mati gaya di tengah macetnya Jakarta). Tapi, alhamdulillah, kekosongan waktu itu bisa saya gunakan dengan kegiatan yang bermanfaat.
"Kak Hani, ayo masuk!" Teriakan itu membuyarkan konsentrasiku. Datangnya dari kak Ayu. Salah satu tim perumus SabangMerauke. Terkesiap, saya pun melangkahkan kaki ke arah rumah yang emmmmmmmm mengagumkan (dalam pikir saya, ini rumah? Atau istana?). Ya sudah disyukuri saja tanpa banyak cakap, kapan lagi punya pengalaman sama rumah model gituan (ada kolam renang, ada aula yang diisi lukisan, ah ya sudahlah). Di dalam rumah tersebut ternyata sudah ada buku tamu yang harus diisi, label stiker untuk pengenal nama.

Di aula yang banyak lukisannya itu, saya mati gaya alias kikuk. Bagaimana tidak. Kakak SabangMerauke pada sibuk, susah masuk. Bercanda sama Anak SabangMerauke, sama sibuknya. (Sibuknya sibuk ngobrol, sih. Lagian saya tipe orangnya juga introvert) Tak lama, datanglah sosok yang sudah saya kenal, Niwa Dwitama, mahasiswa berprestasi (Mapres) UI 2013 (dan di kemudian waktu diumumkan sebagai Mapres Nasional 2). Sedikit ngobrol, eh saya dikenalkan dengan Iman Usman (Mapres Nasional 1 2012), salaman aja, siapa tahu ketularan kiat Mahasiswa Berprestasinya. Saya juga nggak jauh dari singkatan Mapres, cuma beda kepanjangan: Mahasiswa ngepres (baca: pas-pasan, tapi nggak kok, saya sudah berusaha yang terbaik --> menghibur diri).

Memasuki acara (akhirnya), dibuka oleh MC dengan menawan. Diisi sambutan oleh... Pak Anies Baswedan. Kedua kalinya saya bertatap muka dengan beliau, keren banget pengalamannya exchange di luar negeri, dan beberapa hal toleransi yang ingin saya diskusikan dengan mentor saya. Kemudian, salat magrib berjamaah dan... MAKAN. Oh yang saya sedikit kecewa adalah penyediaan tempat wudu pria dan wanita yang tidak dipisah. Mungkin sekarang saya hanya bisa mengkritik, harapan saya ke depannya fasilitasi ini bisa lebih baik. Ya kali, saya takut kalau nggak sengaja melihat aurat mbak-mbak yang sudah berkerudung itu. Dosa kaaaaan. Salat pun dilaksanakan di aula itu. Berjalan lancar alhamdulillah.  Makannya pun...... me-WAH. Diiringi hujan agak deras yang hampir membuat orang terpeleset ke sana ke mari, suasana makan malam di pinggir kolam itu benar-benar "wew, sekali doang ini... SEKALI". Tapi, akhirnya makannya pun duduk bersila di atas karpet sama para relawan, maaf nggak biasa makan mewah.

Acara dilanjutkan dengan sambutan Kak Ayu yang bikin mewek karena saya merasakan pancaran energinya yang begitu maksimal mengenai SabangMerauke. Ah dasar saya gampang terbawa perasaan, ketika disambung dengan acara pemutaran video, saya sudah tak mampu membendung air mata. Kemudian, tampillah Anak SabangMerauke yang mempraktekkan hasil latihan menyanyi mereka, ditemani para penyandang ketidaksempurnaan dari lembaga yang pernah bekerjasama dengan SabangMerauke untuk acara Hari Sosial SabangMerauke, Senin 8 Juli 2013. Terharu? Iya, walau cuma sehari bertemu anak-anak unyu itu. Dengan overly excited-nya, saya melambaikan tangan untuk menyemangati mereka. Malu, nggak sih.

Diteruskan dengan penampilan Kakak SabangMerauke yang nggak kalah mengagumkan. Satu kata, Awesome! Dan berikutnya sharing dari para Famili SabangMerauke (FSM), menguras air mata. Berbagai cerita, mulai dari mau mengantarkan Anak SabangeMerauke nonton Dahsyat, tapi akhirnya ke Inbox; terlambat membangunkan sahur karena Famili berbeda keyakinan dengan si Anak SabangMerauke; terlambat  mengantar ibadah dan salah jadwal; belanja mengharukan karena seratus ribu; substitusi Candi Borobudur dengan Monas; balada.tidak tenang  Anak SabangMerauke dan Kakak SabangMerauke karena kucing; dan banyak lagi. Dari semua pengalaman itu, layaknya kita mengambil pelajaran. Terkadang banyak hal di dunia ini, yang bisa didapat tanpa muluk-muluk. Kesederhanaanlah intinya. Sesi ini pun ditutup dengan pemberian kenang-kenangan Famili SabangMerauke kepada Anak SabangMerauke dan sebaliknya. Pigura foto, tulisan, bunga mawar, dan benda-benda lain berpindah tangan dengan cepat dan dramatis (beneran, banyak air mata tumpah di sana).
Acara pun beralih ke penghujung... Setelah ditutup dan... FOTO-FOTO!!!! Sesi ini adalah sesi paling gawat di sini. Siapa pun bisa saja langsung ditarik buat foto bareng. Saya pun jadi korban, diminta foto oleh Anak SabangMerauke... oh, kenangan. Dan sukses memolorkan waktu pulang saya hingga jam 10 malam meninggalkan kediaman keren itu.

Performance Anak SabangMerauke, Sahabat

Performance Anak SabangMerauke

"Terkadang, hanya setitik yang usaha yang dibutuhkan. Tapi, jika anda melakukan titik usaha itu dengan tulus, titik lain akan berkumpul. Membuat titik lainnya. Menjadi besar, dan bermakna."

Semoga bermanfaat.  Maaf jika ada kesalahan. Untuk Kak Furi, Kak Ayu, Kak Wie, Kak Chiro, Kak Meiske, Kak Jourdan, dkk., terima kasih. Saya ingin melanjutkan proyek websitenya, namun.... apakah masih boleh? Saya sadar saya lalai dan khilaf. Namun, semoga kesempatan itu masih terbuka untuk melanjutkan semangat SabangMerauke ini. Saya sadar kalau SabangMerauke ini bermanfaat, dan saya sudah ceritakan ke banyak orang. Banyak yang terkagum dan mengapresiasi program ini. Walaupun masih dalam bayangan dan sudah saya diskusikan ke pihak mahasiswa di kampus, ingin mengadopsi konsep seperti ini dalam pengabdian masyarakatnya.
Best Regards to Everyone involved: ASM, KSM, FSM, All Relawan SabangMerauke and others.

Salam toleransi, pendidikan, ke-Indonesia-an.

Wassalamu'alaykum warahmatullahi wabarakatuh.